Ketika saya berangkat dari Balikpapan menuju Jakarta, di dalam pesawat saya duduk bersebelahan dengan pasangan suami isteri yang sudah parubaya. Dari penampilan mereka biasa saja malah sedikit kampungan meskipun sang suami menggunakan jas. Di dalam perjalan ketika para Pramugari menawarkan makanan si bapak tua tersebut memesan 2 gelas kopi dan beberapa snack untuk dinikmati bersama dengan istrinya. Dalam hati saya berkata "mungkin bapak tua ini tidak tau kalau makanan tersebut harus dibayar" ternyata dugaan saya salah, sang bapak tua langsung mengeluarkan uang lembaran pecahan Rp100ribu rupiah. Wow keren juga bapak tua ini..........!!!. Untuk mencari tau apa profesi dari si bapak tua ini saya akhirnya langsung bertanya kepada si bapak tua ini dan beliau menjawab sebagai seorang juragan kapal penangkap ikan dan berencana mau pergi umroh ke mekkah untuk kali kedua. "luar biasa!!!" dalam hatiku mengagumi bapak tua yang saya sedikit under estimate ternyata seorang pengusaha dengan memiliki 3 kapal penangkap ikan.
Kagum, salut luar biasa hanya itu yang terbesit dari hatiku. Diusia yang sudah uzur bapak tua mengahabiskan masa tuanya dengan berjalan jalan keluar negeri. Apakah saya dimasa tua nanti seperti bapak tua pelesiran keluar negeri atau sebaliknya hidup memprihatinkan mengharapkan belas kasihan orang untuk mendapatkan sesuap nasi??????. Mulai sekarang saya harus menentukan pilihan bekerja jadi orang upahan sampai usia pensiun tiba atau menjadi pengusaha yang bisa menikmati hari tua dengan berjalan jalan keluar negeri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar