Lagi mati gaya bingung mau ngapain ga ada ide, mendingan kita merangkai kata di blog ini aja sob......
Sambil nunggu Pertandingan Euro 2012 Italy vs Spanyol pastinya nanti seru habis......
Ok deh back to topik aja ya sperti yang tertera di atas........ garing kebanyakan basa-basi.......
Orang yang mengklaim dirinya beragama tentu saja setia dan rajin melakukan semua ritual-ritual peribadatannya, jikalau dia menganut agama Kristen pasti dia rajin kegereja setiap hari minggu. menghadiri pertemuan-pertemuan mingguan, selalu berdoa, rajin membaca dan merenungkan Alkitab. Kalau menganut agama Islam rajin solat, ngaci, dzikir, dll...... Begitu juga dengan penganut agama-agama lainnya. Sebagai contoh ilustrasi ada seorang bapak bernama Budi bekerja sebagai pejabat pajak, beliau seorang penganut Kristen, beliu rajin kegeraja setiap minggu, rajin mengikuti koor di geraja, tidak pernah ketinggalan di setiap kegiatan gerejawi.
Di dalam pekerjaannya Pak Budi sering melakukan tidak terpuji sperti korupsi, berkolusi dan sering menerima suap dari para wajib pajak. Sangat ironi dengan agama aktifitas keagaman beliau yang tentu saja tidak membernarkan tindakan-tindakan Pak Budi tersebut.
Contoh Ilustrasi kedua kita ambil contoh Mr. Smith, seorang atheis yang tidak percaya Tuhan. Beliau bekerja sebagai seorang Hakim yang menjunjung tinggi nilai kejujuran tidak mau menerima suap dari para terdakwa dan bekerja profesional penuh integritas.
Dari kedua contoh di atas kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang beragama belum tentu beradab. Lebih baik tidak bergama tapi beradab daripada beragama tapi tidak beradap.
Hal ini merupakan cermin dari bangsa Indonesia yang mengklaim sebagai negara paling bergama tapi sayang tindak tanduk masyarakat tindak mencerminkan sebagai masyarakat yang beradab. Korupsi, suap, anarkisme, premanisme dan tindakan negatif lainnya merajalela di negri ini. Siapakah yang disalakan??? apakah agamanya yang salah????? atau tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat yang masih rendah??? hal ini yang menjadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Kesimpulannya adalah tidak perlu bergama untuk menjadi bangsa yang beradab, cukup berkomitmen melakukan hal yang benar di dalam kehidupan bermasyarakt dan bernegara maka bangsa kita akan menjadi bangsa yang aman, damai dan sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar