Sabtu, 16 Juni 2012

Ketika Kaum Marjinal Berbagi

"Bu Jannah" biasa kami memanggilanya seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Wanita berdarah Madura ini memiliki hati yang sangat mulia, beliau seorang wanita pekerja keras yang ulet tidak gampang menyerah pada situasi dan keadaan. Suami beliau tidak memiliki pekerjaan yang tetap malah lebih banyak menganggur daripada kerja sedangkan gaji anak-anaknya juga sangat minim untuk memenuhi kebutuhan hidup, praktis Bu Jannah harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar dapur tetap mengepul dan kos kamar dapat dibayar tiap bulan.

Sifat mulia yang dimilikinya adalah tidak tega melihat orang susah, nuraninya sebagai manusia sangat tersentuh ketika melihat orang lain dalam kesusahan, beliau langsung turun tangan membantu meskipun beliau juga secara ekonomi sangat morat-marit. Memberi dari kekurangan tentu nialainya lebish besar daripada memberi dari kelimpahan. Ketika Nurhasiba teman sekerja beliau di warung mengalami kesulitan ekonomi dimana tidak bisa membayar kredit bulanan sepeda motor sebesar Rp600.000,-, Nurhasibah i curhat ke Bu Jannah dengan nada mengharapkan belas kasihan orang lain, rasa empati Bu Jannah langsung tergugah untuk menolong sang teman meskipun pada saat itu beliau tidak memiliki uang sebesar itu, Bu Jannah mencarikan pinjaman Rp 500.000,- dari orang lain. Sungguh luar biasakan rasa kasih yang dimiliki beliau??? Apa yang terjadi setelah Bu Jannah membantu orang tersebut???. Nurhasibah dihadapkan masalah keluarga yang sangat pelik, beliau diusir oleh suaminya alhasil Nurhasibah pergi tidak diketahui rimbanya dan pinjaman Rp500.000,- itupun lenyap, Bu Jannah yang menanggung akibatnya beliau harus membayar pinjaman tersebut kepada pemberi pinjaman.

Kisah di atas mencermikan potret kaum marjinal yang tulus suka menolong orang lain yang belum tentu orang kaya sanggup melakukan hal tersebut. Saya doakan Bu Jannah diberkati dan selalu diberi kelimpahan oleh Tuhan. Upah anda sangat besar di sorga yang baka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar